Dikarenakan hati gue yang udah ga enak, akhirnya gue memutuskan untuk menulis dan bukan buat siapa-siapa tapi melainkan untuk melegakan hati gue aja haha.
Baru-baru ini, temen-temen terdekat gue di Surabaya banyak yang mendapatkan berita duka. Gue gatau sebenernya ini bisa diceritakan atau engga tapi gue udah ga sanggup menampung ini di hati gue. Di H-1 UTS Patologi Klinik Praktikum, temen gue Komang gabisa ikut karena mamanya meninggal dunia dan dia harus ke Bali. Di hari ke-2, Nadia kecelakaan motor pas mau berangkat kelas pengganti Modul sebelum UTS. Nyampe-nyampe kampus, tangan kanannya udah di perban dan jalan aja susah. Dia juga ga ngomong apa-apa pas dateng, masih speechless karena barusan banget kecelakaan itu dan beberapa menit kemudian dia harus UTS. Alhasil kemaren gue bantuin dia ngebuletin jawaban ujiannya karena belepotan semua yang dia isi hahaha. Hari Sabtu ini juga eyang kakungnya Nadia meninggal dunia. Nadia tahlilan pada hari Minggu padahal hari Senin ada UTS Periodonsia. Mereka ini kuat banget sih gue bilang, karena ini juga lagi minggu UTS.
Gue ga kebayang kalo itu kejadian di gue, gue kayanya ga bakal sanggup menghadapi itu semua. Gue sepertinya kurang mempergunakan waktu gue dengan baik. Gue yang sedang tidak diuji oleh Allah SWT, malah terkesan santai-santai aja. Belajar seadanya dan niatan gue untuk nyicil itu juga ga terlaksana. Gue yang terlalu biasa untuk santai susah untuk disiplin. Kerjaannya buang-buang waktu. Lama-lama gue mikir, buat apa sih gue nulis gini tapi guenya sendiri ga berubah-berubah. Emang ngelurusin niat itu susaaaaah pake banget.
Dari berita-berita duka itu, gue jadi inget waktu dulu SMA belajar agama, pernah membahas ayat ini:
Artinya: Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.
Jadi bener, You Only Live Once. Emang hidup cuma sekali dan pakailah hidup itu untuk berbuat kebaikan. Gue gabisa bayangin hidup selamanya di dalam api neraka??? Gue di Surabaya aja berapa menit diluar udah gatahan apalagi selamanya?? FOR ETERNITY guys. Gue juga manusia yang gak sempurna, masih banyak dosanya. Semoga dari kejadian-kejadian itu gue bisa mengambil hikmahnya, bahwa hidup itu jangan disia-siain. Lakukan kebaikan apapun dan hindarilah perbuatan maksiat. Tapi jangan lupa juga live at this moment lah. Kalo kata aulion, Don't wait for a moment to happen, but create the moment. Apaansih gue lol. Yang penting adalah, semua perbuatan yang dilakukan di dunia itu niatin untuk beribadah pada Allah SWT, Insya Allah, hati kitapun bisa tenang, aamiin ya robbal alamin.
Hebatnya dengan menulis ini, ternyata bisa meringankan beban di hati ya.
Terima kasih.
Baru-baru ini, temen-temen terdekat gue di Surabaya banyak yang mendapatkan berita duka. Gue gatau sebenernya ini bisa diceritakan atau engga tapi gue udah ga sanggup menampung ini di hati gue. Di H-1 UTS Patologi Klinik Praktikum, temen gue Komang gabisa ikut karena mamanya meninggal dunia dan dia harus ke Bali. Di hari ke-2, Nadia kecelakaan motor pas mau berangkat kelas pengganti Modul sebelum UTS. Nyampe-nyampe kampus, tangan kanannya udah di perban dan jalan aja susah. Dia juga ga ngomong apa-apa pas dateng, masih speechless karena barusan banget kecelakaan itu dan beberapa menit kemudian dia harus UTS. Alhasil kemaren gue bantuin dia ngebuletin jawaban ujiannya karena belepotan semua yang dia isi hahaha. Hari Sabtu ini juga eyang kakungnya Nadia meninggal dunia. Nadia tahlilan pada hari Minggu padahal hari Senin ada UTS Periodonsia. Mereka ini kuat banget sih gue bilang, karena ini juga lagi minggu UTS.
Gue ga kebayang kalo itu kejadian di gue, gue kayanya ga bakal sanggup menghadapi itu semua. Gue sepertinya kurang mempergunakan waktu gue dengan baik. Gue yang sedang tidak diuji oleh Allah SWT, malah terkesan santai-santai aja. Belajar seadanya dan niatan gue untuk nyicil itu juga ga terlaksana. Gue yang terlalu biasa untuk santai susah untuk disiplin. Kerjaannya buang-buang waktu. Lama-lama gue mikir, buat apa sih gue nulis gini tapi guenya sendiri ga berubah-berubah. Emang ngelurusin niat itu susaaaaah pake banget.
Dari berita-berita duka itu, gue jadi inget waktu dulu SMA belajar agama, pernah membahas ayat ini:
Artinya: Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.
Gue jadi sadar bahwa cepat atau lambat gue akan meninggal dunia juga. Ya, memang terdengar basic banget, tapi kalo dipikir-pikir, cukupkah perbekalan kita buat nanti di akhirat? terkadang kita terlalu memikirkan masalah duniawi dan lupa kalo kita ini juga manusia yang nantinya akan dipanggil sama yang Maha Kuasa. Kadang gue sholat aja masih bolong dan ga khusyuk. Baca Al-Quran juga kalo misalkan gue inget aja. Dari semester 1 sampai sekarang gue juga belom khatam-khatam. Padahal, dulu di SMA gue diajarin untuk baca Al-Quran terus. Gue merasa belum mengimplemetasikan secara maksimal apa yang gue dapet pas gue di SMA Islam dulu. Astaghfirullahaladzim ridha...
Disitu juga dibilang bahwa kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan yang memperdaya. Sekali lagi, bener banget. Gue salah satunya yang terperdaya oleh kesenangan dunia. Dunia gemerlap ini cuma sementara guys, jangan dibutakan ya. Bismillah, semoga dengan renungan ini gue juga bisa sadar dan selalu ingat kehidupan di akhirat.
Jadi bener, You Only Live Once. Emang hidup cuma sekali dan pakailah hidup itu untuk berbuat kebaikan. Gue gabisa bayangin hidup selamanya di dalam api neraka??? Gue di Surabaya aja berapa menit diluar udah gatahan apalagi selamanya?? FOR ETERNITY guys. Gue juga manusia yang gak sempurna, masih banyak dosanya. Semoga dari kejadian-kejadian itu gue bisa mengambil hikmahnya, bahwa hidup itu jangan disia-siain. Lakukan kebaikan apapun dan hindarilah perbuatan maksiat. Tapi jangan lupa juga live at this moment lah. Kalo kata aulion, Don't wait for a moment to happen, but create the moment. Apaansih gue lol. Yang penting adalah, semua perbuatan yang dilakukan di dunia itu niatin untuk beribadah pada Allah SWT, Insya Allah, hati kitapun bisa tenang, aamiin ya robbal alamin.
Hebatnya dengan menulis ini, ternyata bisa meringankan beban di hati ya.
Terima kasih.

Semangat ridh ❤
ReplyDelete